Wednesday, June 7, 2017

Resensi Buku "Koala Kumal"

Identitas Buku Novel Koala Kumal

Judul : Koala Kumal
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagas Media
Tanggal Terbit : 17 Januari 2015
Tebal Halaman : 250 halaman

Untuk berproses menuju kedewasaan merupakan sesuatu yang biasa untuk penulis. Perubahan itu akan terasa kepada pembaca setia yang dari awal mengikuti terus karya-karya sang penulis. Responnya pasti beranekaragam, ada yang semakin mengidolakan pada sang penulis, tapi biasanya kebanyakan yang terjadi ialah kecewa berat dan malah bisa sampai mencaci maki pada si penulis.

Ini sudah biasa terjadi kepada penulis yang baru menerbitkan karya perdananya dan langsung meledak. Ini sama seperti yang terjadi di industri musik. Mungkin saja anda sudah mengetahui bahwa yang dimaksud itu adalah grup musik Arctic Monkeys.

Perubahan yang sangat drastis yang dibuat mereka di dalam album AM malahan menjadikant nama mereka semakin tenar. Apakah seorang Raditya Dika termasuk dalam kategori sukses dengan cepat pada karya perdanannya juga? Kambing Jantan muncul dengan memberikan sesuatu yang berbeda.

Komedi kasar yang merupakan materi langsung dari blog pribadinya Raditya Dika. Tapi, apakah Koala Kumalnya Raditya Dika juga bisa menjadi seperti layaknya album AM Arctic Monkeys?

Raditya Dika, biasa di panggil Dika, merilis buku ketujuhnya dengan judul Koala Kumal. Ini adalah momen yang sangat dinantikan oleh para penggemar Raditya Dika, sebab sudah tiga tahun dia tidak menulis buku. Dalami tiga tahun terakhir, dia sibuk dengan proyek serial film Malam Minggu Miko dan film dari adaptasi novelnya, dimana dia sendiri berperan sebagai pemain, penulis skenario, sekaligus sutradaranya.

Kenapa bukunya diberi judul Koala Kumal? dibagian bab akhir, Dika menerangkan mengenai patah hati. Tentang orang yang masa lalunya saling memberi rasa yang nyaman, tapi ketika bertemu lagi perasaan itu sudah berbeda.

Sama seperti seekor koala yang pindah dari hutan tempat ia tinggal, tapi saat kembali koala itu bingung sebab hutan yang pernah jadi rumahnya itu dibabat habis oleh manusia. Karena itu, buku ini berjudul Koala Kumal. Kebanyakan isinya menceritakan tentang patah hati, rasa yang pernah ada, dan perihal kenyamanan yang hilang diganti cinta yang baru.

Koala Kumal halamannya sedikit lebih tipis dibanding buku sebelumnya yaiut buku Manusia Setengah Salmon. Kembali memakai judul binatang, kesempatan ini Dika melanjutkan konsep “Komedi Pakai Hati”. Kematangan dan kedewasaan semakin terlihat disini. Struktur dari bahasanya semakin rapi.

Dengan usia yang sudah 30 tahun, Raditya Dika secara perlahan menghilangkan kata-kata yang kasar dan tak baku seperti yang ada di buku-buku sebelumnya. Sebenarnya tidaklah begitu penting struktur bahasa di dalam buku komedi. Tapi, perbedaan itu sangat jelas. Berbeda jauh dengan buku Kambing Jantan, buku pertamanya Dika dimana bahasanya slengean dan tidak mengindahkan struktur bahasa..

Tapi, apakah patah hati sebagai tema utama dan juga kedewasaan menjadikan Koala Kumal tak lucu lagi? Justru dari sanalah, kecerdikan Dika bekerja. Lucu dan tidaknya harus memakai komedi kasar. Komedi dengan menggunakan hati pun bisa, begitulah prinsip yang di pegang Dika.

Memang itu terbukti benar. Anda tak perlu khawatir sense of comedy yang dimiliki Raditya Dika akan luntur sampai dia tua. Tapi, jangan ada harapan komedi Koala Kumal serusak dan sekasar dengan buku Kambing Jantan dan Babi Ngesot.

Kesimpulan, Koala Kumal sangat direkomendasikan untuk dibeli dan dibaca pastinya. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari buku novel Koala Kumal, terutama bagi orang yang baru saja mengalami patah hati. Patah hati merupakan proses untuk menuju kedewasaan. Dengan patah hati tidak berarti kita tidak lagi bisa mengejar cinta. Cinta membutuhkan sebuah perjuangan. Perjuangan sendiri adalah mempertahankan sebuah kenyamanan.

Foto-Foto Kegiatan

Seminar "DEFINING UI PATTERN WITH ATOMIC DESIGN" - by .indux





Seminar 




Wednesday, January 11, 2017

Resensi Buku 5cm.

Resensi Buku 5cm.
IDENTITAS BUKU
Judul Buku                  :  5cm.
ISBN                           :  9797591514
NamaPengarang          : Donny Dhirgantoro
Penerbit                       : PT. Grasindo
Tahun Terbit               : 2007
Tebal Buku                 : 381 halaman
Harga Buku                 : Rp 60.000,00

KELEBIHAN BUKU :
Kelebihan buku ini adalah ceritanya yang menarik, penuh semangat dan petualangan. Penulis menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan alur cerita yang tidak membosankan sehingga pembaca ingin membaca buku ini hingga halaman terakhir. Dalam buku ini, banyak kata-kata yang membuat kita terinspirasi. Penggambaran setting waktu dan tempat yang sangat detail tetapi tidak berlebihan seakan membuat seolah kita ikut terlibat di dalamnya, seperti perjalanan mereka dari Jakarta sampai ke atas puncak Mahameru. Pembaca seperti berada di sana, merasakan dinginnya Ranu Pane, indahnya Ranu Kumbolo, mistisnya Kalimati, dan menakjubkannya puncak Mahameru. Pesan moral yang disampaikan pun sangat baik sehingga memotivasi pembaca agar bisa mengejar impian mereka dan membuat jadi nyata.
KEKURANGAN BUKU :
Cerita akhir novel ini walaupun berakhir dengan happy ending, tetapi masih sedikit menggantung dan terasa begitu dipaksakan dengan pembentukan keluarga antara sahabat-sahabat tersebut ditambah dengan keturunan mereka yang begitu sama mewarisi sifat-sifat orangtuanya dan semuanya sebaya/seumuran. Hal tersebut membuat pembaca sulit membedakan mana yang menjadi anak dan mana yang menjadi bapak, mana yang pemuda dan mana pula yang anak-anak.

TOKOH DAN PENOKOHAN
1. Arial adalah pria terganteng diantara mereka, serta bertubuh atletis.
2. Riani adalah gadis berkacamata, cantik, cerdas dan mengutamakan prestasi.
3. Zafran merupakan pria yang berbadan kurus, anak band,kocak, senang bersyair dan membuat puisi-puisi, hidupnya seperti kurang lengkap jika tidak bersyair selama sehari.
4. Ian adalah tokoh yang gila bola, suka makan terutama indomie, dan penggemar artis Happy Salma.
5. Genta merupakan leader diantara sahabat sahabatnya. Genta adalah sosok yang baik, seorang aktivis kampus.
TEMA
Persahabatan lima anak muda yang mempunyai kekuatan, keajaiban, mimpi,  serta keyakinan.
LATAR BELAKANG
Tempat :
-          Stasiun kereta api Senen
-          Stasiun Lempuyungan, Yogyakarta
-          Ranu Pane
-          Ranu Kumbolo
-          Puncak Mahameru
Waktu : Pagi hingga malam
Suasana : Menyenangkan, mengharukan dan menegangkan
AMANAT

Terimalah sahabat kita dengan apa adanya, baik kelebihannya maupun kekurangan yang ada pada diri sahabat kita. Karena tidak semua orang memiliki kelebihan semata. Kelebihan tersebut pasti selalu didampingi dengan kekurangan. Tinggal bagaimana cara kita sebagai teman untuk menutupi kelebihan dan kekurangan teman kita.

Sunday, January 8, 2017

Foto DI Toko Buku GRAMEDIA Malang

Kali sini saya jalan-jalan mengujungi salah satu toko buku terbesar yang ada di kota Malang yaitu Gramedia yang beralamatkan Jl. Jenderal Basuki Rahmat, Kauman, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119